
AC berisik saat dinyalakan biasanya bukan sekadar suara biasa. Kondisi ini bisa terjadi karena filter kotor, baut longgar, kipas bermasalah, hingga gangguan pada kompresor AC.
Suara yang muncul pun beragam, mulai dari dengung, tik tik, mendesis, sampai getaran keras yang cukup mengganggu kenyamanan di rumah. Meski AC masih terasa dingin, suara berisik tetap tidak boleh diabaikan karena dapat menjadi tanda adanya kerusakan pada komponen tertentu.
Jika dibiarkan terlalu lama, performa AC bisa menurun dan biaya perbaikannya jadi lebih besar. Agar tidak salah penanganan, simak penyebab AC berisik dan cara mengatasinya pada penjelasan berikut ini.
Kenapa AC Berisik Saat Dinyalakan?
Pada dasarnya, AC memang menghasilkan suara saat bekerja. Namun, jika AC mengeluarkan suara berisik yang tidak biasa atau terdengar semakin keras dari biasanya, bisa jadi ada komponen yang mengalami gangguan. Suara AC keras sering kali muncul karena penumpukan debu, baut longgar, hingga kerusakan pada motor fan atau kompresor.
Selain mengganggu kenyamanan, AC bunyi berisik terus juga dapat menjadi tanda bahwa performa pendinginan mulai menurun. Karena itu, penting untuk mengetahui sumber masalahnya sejak awal.
Penyebab AC Berisik yang Paling Umum
Filter dan Kipas AC Kotor

Debu yang menumpuk pada filter dan blower dapat menghambat aliran udara sehingga kipas bekerja lebih berat. Kondisi ini dapat menyebabkan AC mengeluarkan suara berisik, terutama suara dengung atau getaran saat dinyalakan. Perawatan dan pembersihan filter secara rutin penting dilakukan agar performa AC tetap optimal.
Jika dibiarkan terlalu lama, kotoran juga bisa menempel pada blower dan menyebabkan kipas AC berisik ketika digunakan. [1]
Baut atau Komponen Indoor Longgar
AC indoor berisik biasanya disebabkan baut atau dudukan unit yang mulai longgar. Saat mesin bekerja, bagian casing dapat bergetar dan menimbulkan suara cukup keras.
Kondisi ini membuat AC getar dan berisik, terutama ketika AC baru dinyalakan atau suhu diatur terlalu rendah.
Masalah pada Unit Outdoor
Tidak hanya indoor, AC outdoor berisik juga cukup sering terjadi. Penyebabnya bisa berasal dari kipas outdoor yang kotor, motor fan rusak, atau kompresor yang mulai melemah.
Jika suara berasal dari bagian belakang rumah dan terdengar kasar, kemungkinan ada masalah pada kompresor AC berisik yang perlu segera diperiksa teknisi.
Freon atau Pipa Bermasalah
AC bunyi mendesis bisa terjadi karena aliran refrigeran (freon) di dalam sistem pendingin. Dalam beberapa kondisi, suara desis ringan masih tergolong normal, terutama saat AC baru dinyalakan atau setelah kompresor berhenti bekerja.
Namun, jika suara muncul terus-menerus disertai pendinginan yang menurun, bisa jadi terdapat masalah pada tekanan refrigeran atau kebocoran pada sistem AC. [2]
AC Berisik Setelah Dicuci
AC berisik setelah dicuci dapat terjadi karena casing belum terpasang rapat, ada baut yang bergeser, atau posisi komponen berubah setelah proses pembersihan selesai. Kondisi ini umumnya bisa diatasi dengan pengecekan ulang pada unit indoor maupun outdoor.
Jenis Suara AC dan Artinya

AC Bunyi Tik Tik
AC bunyi tik tik umumnya berasal dari perubahan suhu pada casing atau komponen AC yang memuai dan menyusut saat mesin bekerja. Selain itu, baut atau bagian casing yang longgar juga dapat memicu suara serupa ketika AC dinyalakan.
Jika bunyi muncul terus-menerus dan semakin keras, sebaiknya lakukan pengecekan lebih lanjut. [3]
AC Bunyi Ngorok
AC bunyi ngorok biasanya berasal dari blower atau motor fan yang mulai aus. Suaranya terdengar berat dan cukup mengganggu, terutama saat AC bekerja dalam waktu lama.
AC Split Berisik Tapi Masih Dingin
Banyak orang mengabaikan AC split berisik karena merasa pendinginannya masih normal. Padahal, AC berisik tapi masih dingin tetap perlu diperiksa agar kerusakan tidak semakin parah dan biaya perbaikan tidak membengkak.
Cara Mengatasi AC Berisik dengan Tepat
Langkah paling sederhana untuk cara mengatasi AC berisik adalah membersihkan filter dan unit indoor secara rutin. Selain itu, pastikan baut dan dudukan AC tetap stabil agar tidak menimbulkan getaran berlebih.
Lakukan servis AC berisik secara berkala minimal setiap 3–4 bulan agar kondisi komponen tetap optimal. Jika AC tiba tiba berisik disertai bau terbakar atau pendinginan menurun, segera hubungi teknisi terpercaya untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kesimpulan
AC berisik saat dinyalakan dapat disebabkan oleh filter kotor, baut longgar, hingga gangguan pada kompresor atau motor fan. Beberapa suara ringan masih tergolong normal, tetapi suara yang terus muncul dan disertai getaran atau penurunan performa pendinginan sebaiknya tidak diabaikan.
Perawatan rutin dan servis berkala penting dilakukan agar AC tetap optimal dan awet digunakan. Anda juga dapat menggunakan layanan dari Milba Service AC untuk membantu pengecekan, servis, hingga perbaikan AC rumah maupun kantor secara profesional.
FAQ
Apakah penggunaan AC terlalu lama bisa membuat AC lebih cepat berisik?
Penggunaan AC dalam waktu panjang tanpa jeda dapat membuat beberapa komponen bekerja lebih berat, terutama kipas dan kompresor. Jika tidak diimbangi dengan perawatan rutin, kondisi ini bisa memicu suara dengung, getaran, atau bunyi tidak normal pada AC.
Apakah posisi pemasangan AC mempengaruhi suara berisik?
Ya, pemasangan AC yang kurang stabil atau tidak rata dapat menyebabkan getaran pada unit indoor maupun outdoor. Karena itu, pemasangan dudukan dan baut AC perlu dipastikan kuat agar suara berisik dapat diminimalkan.
Kenapa suara AC lebih berisik saat malam hari?
Suara AC sering terasa lebih jelas pada malam hari karena kondisi lingkungan lebih tenang dan minim suara lain. Namun, jika bunyi terdengar semakin keras atau tidak normal, sebaiknya tetap dilakukan pengecekan pada unit AC.
Apakah AC baru bisa mengeluarkan suara berisik?
Beberapa AC baru dapat mengeluarkan suara ringan saat pertama kali digunakan, seperti suara aliran refrigeran atau perubahan pada casing. Namun, jika suara terdengar terlalu keras atau mengganggu, sebaiknya periksa kembali pemasangan dan kondisi unit.
Seberapa sering AC perlu diservis agar tidak berisik?
Idealnya, AC diservis setiap 3–4 bulan sekali, terutama jika digunakan setiap hari. Servis rutin membantu membersihkan filter, blower, dan komponen lainnya agar AC tetap bekerja optimal dan tidak menimbulkan suara berisik.
Referensi
Berikut adalah beberapa jurnal dan publikasi akademik yang membahas penyebab AC berisik, getaran pada sistem pendingin, aliran refrigeran, serta pentingnya perawatan rutin pada air conditioner:
- Optimasi Efisiensi Perawatan Air Conditioning Tipe Split dengan Penerapan Pembersih Filter Otomatis Berbasis Condition-Base Maintenance
Jurnal ini membahas pengaruh filter dan blower yang kotor terhadap penurunan performa AC split. Penelitian juga menjelaskan pentingnya perawatan rutin untuk menjaga aliran udara tetap optimal dan mencegah gangguan pada sistem pendingin. [1] - Experimental Investigation on Two-Phase Flow Noise Characteristics of R410A Through Electronic Expansion Valve of Multi-Split Air Conditioner
Penelitian ini mengkaji karakteristik suara (noise) yang muncul akibat aliran refrigeran (freon) dalam sistem AC multi-split. Studi ini menjelaskan bahwa tekanan dan aliran refrigeran dapat menimbulkan suara desis pada sistem pendingin udara. [2] - A Study on HVAC Noise and Vibration Characteristics in Air Conditioning Systems
Publikasi ini membahas hubungan antara getaran, casing, motor fan, dan komponen mekanis pada sistem HVAC dan AC split. Penelitian menunjukkan bahwa getaran serta pemasangan komponen yang kurang stabil dapat memicu suara bising pada unit indoor maupun outdoor AC. [3]
Referensi
- https://ejournal.pnc.ac.id/index.php/infotekmesin/article/view/2513
- https://doi.org/10.1016/j.ijrefrig.2022.11.011
- https://arxiv.org/abs/2011.13645?